We are still a good friend.
Sometimes i just wondering like “what a standard to reaching a good friend tittle”
Karena namanya standar itu beda beda tiap negara, tiap manusia, dan tiap umur…
Contohnya anak umur 2 tahun yang sudah hafal alfabet, its really something for them but nothing for the adult, dan lagi jaman sekarang namanya standar tuh udah di - hilangkan bisa gue bilang, karna apa? Karena banyak orang yang mulai bermunculan seperti “gue berbuat jahat karena gue disakiti, jadi tolong baik sama gue” like WHAT THE FUCK lo salah, udah akuin aja, gitu… sekarang ni jaman jaman banyak banget orang orang mewajarkan sesuatu yang memang seharusnya ga boleh diwajarkaaannnnn.
Oke kita kembali ke dalam status pertemanan lagi, saat tumbuh dewasa ya, gue merasa hubungan pertemanan menjadi lebih sulit dan ngga semenyenangkan dulu, karena kata kata yang tadinya
“Lo jangan ninggalin gue ya! Lo harus terus ada buat gue!” Itutuh ga bisa ditepati lagi dan muncullah perasaan-perasaan kecewa dari satu sama lain, yang padahal
We are growingup, we will change, dan perubahan itu yang mungkin membuat pertemanan insan yang sudah dewasa menjadi lebih sulit lagi, bahkan banyak manusia-manusia yang jadi stranger sama sahabatnya sendiri karena perubahan dari growing-up nya seseorang itu.
Kalau menurut pandangan gue, we really are a good friend kalau kita bisa menerima itu semua, dan memilih untuk “stay” yang gue maksud stay disini adalah tetap menganggap dia teman, walau jarang chat, jarang ketemu, jarang kontekan atau bahkan jaraaannggg banget tau kabar satu sama lain, like just put it in your heart “she is still my friend” menurut gue itutuh udah bener bener THE HIGHEST LEVEL OF FRIENDSHIP karena pada akhirnya, kita semua akan selalu meninggalkan satu sama lain, memiliki prioritas baru, punya masalah sendiri yang mungkin gak-akan-bisa lagi untuk saling mengerti satu sama lain, atau bahkan kita akan berubah, dengan ego yang lebih besar ataupun dengan sifat yang lebih sensitif.
Karena memang gabisa dipungkiri we-are-growing-up we-are-change. Tanamkan itu, jadi menurut gue we cant do anything about that kaya yaudah what we have to do is keep it in your heart that she/he is still your friend.
Karena udah susah kalau mau cari pembuktian kaya “lo udah jarang main sama gue tapi main sama yang lain, lo bukan temen gue lagi” thats so childish. If they feel comfortable be your side they will by your side kalau ngga yaudah, biarin aja, its only you fix yourself, or they fix theyself or both of you fix the relationship, kalau udah gabisa cocok mau diapain lagi? bahkan orang sudah nikah bertahun-tahun pun bisa cerai karena perubahan sifat pasangannya terus apa yang lo harapkan dari sebuah pertemanan ? Karena pertemanan juga cuma sebuah hubungan, yang bisa putus atau berakhir entah oleh maut ataupun mulut.
Karena tumbuh dewasa juga sudah sulit, mungkin pertemanan bisa memberikan rasa “kebersamaan” menghadapi ini semua, tapi hanya sampai situ, apakah bisa untuk jauh menyelam lebih dalam? Ngga, lalu siapa yang bisa begitu? CUMA DIRI KITA SENDIRI.
Baca ya, CUMA DIRI KITA SENDIRI yang bisa menyelesaikan semua dan mencoba untuk bertahan hidup, karena itu pilihan kita, sebaik apapun temannya, kalau kitanya tidak mau untuk berubah, ya gabisa.
Jadi you only can count on yourself for everything in your life, kalau lu udah bisa percaya sama diri sendiri, everything maybe will getting better.. dan sebuah pertemanan akan membuatnya lebih baik juga.
Simpelnya, semakin dewasa semakin banyak tanggung jawab yang harus kita pikul, entah itu kehidupan kita, keluarga kita, ataupun hal-hal yang penting untuk kita.. jadi banyak sekali waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi itu semua, dan mungkin jangankan waktu untuk sebuah pertemanan, bahkan waktu untuk kita sendiri pun tak jarang sudah terkuras habis untuk semua tanggung jawab itu.
Thats the reality, kenyataan kehidupan seorang manusia dewasa yang penuh tanggung jawab, perubahan dari seorang anak remaja menuju dunia dewasa yang sesungguhnya, kalau kamu, masih mencoba mencari pembuktian sebuah pertemanan dimasa ini, you wont get anything.. yang ada malah ditinggalin sama temennya atau bahkan bisa merusak pertemanan itu sendiri, karena apa? Mencari sebuah pembuktian itu udah bukan sekarang lagi waktunya.. sekarang itu waktunya untuk percaya satu sama lain, dan terapkan di hati “she/he is my friend” thats more that enough.
Lo ga punya waktu untuk main sama temen lu dan memilih untuk membangun masa depan lu sendiri, youre still a good friend.
Lo gaada waktu meladeni chat temen lu yang chat di tengah malam karna lo butuh waktu untuk diri sendiri, youre still a good friend.
Lo lupa ultah temen lu karena terlalu sibuk mikirin pekerjaan, youre still a good friend.
Whatever you do, they always will see a good and a bad things about you,
Tapi kalau lu memang merasa pertemanan membuat hidup lu menjadi lebih baik kaya main sama mereka dan chat sama mereka then go ahead, do it kalau memang keduanya merasa bahagia akan itu.
Yang mau gue sampaikan disini adalah, bereteman di usia dewasa itu sulit, hidup itu sudah sulit, dan berteman dengan seseorang yang sudah tidak sefrekuensi akan mempersulit itu, tapi bukan berarti dengan itu akan memutus pertemanan, hanya saja kadang kita butuh istirahat juga, waktu sangat berharga di usia ini.
Jadi sebagai teman, jangan mencari pembuktian tentang pertemanan itu, kalau hatimu sudah jatuh untuk berteman, simpan itu, dan nikmati kebahagiaan, duka lara bahagia do it if you feel good about that, kalau ngga ya perbaiki diri lo sendiri dulu.
MUTER MUTER BANGET
Ya intinya cuma ini :
1. Lebih pengertian sama temen sendiri
2. Kalau dia berubah bukan berarti dia bukan temen lo lagi
3. Kalau dia salah ingetin aja tapi gausah di judge.
4. Relationship itu pasti banyak perubahannya, itu gimana kita menghadapinya aja, kalau memang sudah terlalu melelahkan bukan hal yang buruk untuk istirahat atau bahkan mengakhiri itu.
5. Karena pada akhirnya, temen lo punya keluarga dan prioritas sendiri dan gaakan selalu ada buat lo lagi, karena mungkin dia aja gaada waktu buat dirinya sendiri, dan kalau dia begitu bukan berarti dia teman yang buruk.
6. Kalau lo berharap temen lo akan melakukan hal yang sama dengan apa yang lo lakuin ke dia yang akan lo dapatkan itu hanya kekecewaan, jadi berharaplah pada diri sendiri, kaya yg gue bilang di awal
COUNT ON YOURSELF.
And everything happen in our adults life, we are still a good friend.
Ok sekian curahan hari ini…
From a bad bitch who feel so done with relationship with all human in this world - lichny
Komentar
Posting Komentar